Kopi: Manis Tanpa Gula Tambahan

“Mas, ada gula gak?”

Gula bukannya dilarang sebagai tambahan pada kopi. Tapi tahukah anda, bahwa sebenernya kopi itu gak pahit? Kopi yang pahit biasanya karena profil roasting yang gelap, dan robusta. Kadar gula sebenernya sudah ada pada kopi. Hanya saja kadarnya saja yang berbeda-beda pada tiap kopi asal daerah.

Coba dilihat video berikut, seberapa banyak kadar gula pada Kopi.

Pernahkah anda melihat informasi ketinggian pada roast bean yang anda beli? Tentu itu bermanfaat buat anda sebagai bahan pertimbangan untuk membeli kopi. Pemilihan kopi yang benar, akan mendekatkan anda pada preferensi.

Semoga bermanfaat, Kept!

Iklan

Dasar Seduhan: Improvisasi Part. 2

Setiap roast bean tentu memiliki karkaternya masing-masing. Standar seduh akan berbeda-beda tergantung si roast bean.

Melanjutkan artikel sebelumnya yang sudah membahas suhu dan durasi, artikel kali ini akan membahas 3 variabel terakhir; daya larut, grind size, dan rasio. Daya larut dan grid size akan mempengaruhi keputusan untuk suhu dan durasi, karena erat kaitannya dengan ekstraksi. Sedangkan rasio akan menghasilkan karakter yang berbeda.

Daya larut (solubility) adalah tingkat kelarutan kopi apabila bertemu dengan air. Daya larut erat kaitannya dengan roast profile. Semakin terang roast profile, semakin sulit terlarut sehingga memerlukan ekstraksi yang lebih. Sedangkan roast profile yang lebih gelap akan lebih cepat terlarut, sehingga tidak memperlukan ekstraksi yang banyak. Jadi, ketika ketemu yang kopi yang terang akan lebih optimal bila kita menaikan antara suhu atau durasi. Silahkan dipilih, dan dicoba yang mana yang sesuai di Anda dan roast bean-nya.

Selanjutnya adalah grind size, merujuk kepada ukuran gilingan; coarse, medium, dan fine. Secara singkat, semakin halus gilingan semakin mudah untuk terekstraksi, begitu sebaliknya akan memerlukan ekstraksi yang lebih untuk gilingan yang lebih kasar. Tinggal disesuaikan saja dengan suhu dan durasi.

Untuk grind size, saran kami adalah kenali terlebih dahulu jenis ukuran gilingan grinder anda. Setiap grinder mempunyai indikator ukuran yang berbeda-beda, tentu tidak sama antara mahlkonig, baratza, latina, bahkan porlex. Pengaruhnya nanti akan kepada pengambilan keputusan, “pada nomer berapa harusnya?”. Dan setiap merek grinder akan menghasilkan partikel mikron ketiga menggiling pada porsi yang berbeda-beda. Efek partikel mikron ini akan berdampak pada jumlah ekstraksi, karena partikel ini sangat mudah untuk terekstraksi. Efek ke rasa adalah inkonsistensi. Semakin banyak partikel mikron, akan semakin inkonsisten rasa kopinya.

Yang terakhir adalah rasio; perbandingan antara kopi dan air. Semakin besar rasio (1:10, 1:8, dan seterusnya) akan mempengaruhi kekentalan kopi. Jika mengacu kepada body/mouthful, maka rasio besar akan menghasilkan body yang syrup dan creamy. Sedangkan rasio yang semakin kecil (1:16; 1:20, dan seterusnya) akan mengahsilkan body yang tea-like, dan kalau keblablasan akan watery.

INDEPENDENT VARIABLE

So, kenali terlebih dahulu alat-alat seduh anda, lalu kenali karakter kopinya. Kalau kopi anda bisa bertanya kepada roaster/coffee shop tempat anda membeli. Tanyakan taste note, namun tetap biasakan budaya cupping ya. Selain membantu anda kenal dengan kopinya, memperkuat sensori , hingga membantu dalam pengambilan keputusan untuk seduhan.

Selamat bereksperimen Kapten!

Dasar Seduhan: Improvisasi Part.1

“Suhunya udah turun banget ni. Masak ulang dulu”. Apakah anda salah satunya?

Ketika berbicara brewing sebenernya banyak faktor yang bisa dimainkan. Suhu dan durasi seduh adalah dua faktor dan biasanya menjadi masalah. Sebagai contoh sering kita temui kejadian suhu air di kettle terlanjur turun dari target seduh optimal.

Ketika mengalami suhu yang terlanjur turun, apa yang akan anda lakukan? Tetap lanjut seduh, atau kembali memanaskan airnya kembali? Kami akan menyarankan untuk tetap lanjut seduh dengan konsekuensi anda harus berimprovisasi, karena akan menghabiskan banyak waktu untuk memanaskan ulang. Jika anda menyeduh buat anda sendiri tentu tidak masalah, tapi akan menjadi masalah ketika anda sedang bekerja.

Untuk suhu yang terlanjur turun, saran kami adalah memperlama durasi seduh. Misal, awalnya 2menit, menjadi 2,5 menit atau 3 menit. Tergantung seberapa jauh turunnya suhu. Hal ini untuk menghindari hasil yang underextract. Anda pasti tidak mau kopi anda berasa rumput atau bahkan asin. Suhu tinggi akan mempercepat ekstraksi, sedangkan suhu rendah akan memperlama ekstraks. Untuk durasi seduh, ini akan mempengaruhi jumlah ekstraksi; cukup, kurang, atau lebih. Kalau anda perhatikan, suhu dan durasi sangat berkaitan erat.

Jadi, rumus singkatnya adalah: SUHU/DURASI = OUTPUT. Dengan kondisi, kita tidak sedang membicarakan faktor-faktor lain, seperti profil roasting.

DEPENDENT VARIABLE

Tidak ada ukuran yang pasti karna memang selain suhu dan durasi, masih banyak faktor-faktor lain yang menentukan. Kita akan membahasnya di bagian selanjutnya ya. Selamat mencoba, Kapten!