Dasar Seduhan: Improvisasi Part. 2

Setiap roast bean tentu memiliki karkaternya masing-masing. Standar seduh akan berbeda-beda tergantung si roast bean.

Melanjutkan artikel sebelumnya yang sudah membahas suhu dan durasi, artikel kali ini akan membahas 3 variabel terakhir; daya larut, grind size, dan rasio. Daya larut dan grid size akan mempengaruhi keputusan untuk suhu dan durasi, karena erat kaitannya dengan ekstraksi. Sedangkan rasio akan menghasilkan karakter yang berbeda.

Daya larut (solubility) adalah tingkat kelarutan kopi apabila bertemu dengan air. Daya larut erat kaitannya dengan roast profile. Semakin terang roast profile, semakin sulit terlarut sehingga memerlukan ekstraksi yang lebih. Sedangkan roast profile yang lebih gelap akan lebih cepat terlarut, sehingga tidak memperlukan ekstraksi yang banyak. Jadi, ketika ketemu yang kopi yang terang akan lebih optimal bila kita menaikan antara suhu atau durasi. Silahkan dipilih, dan dicoba yang mana yang sesuai di Anda dan roast bean-nya.

Selanjutnya adalah grind size, merujuk kepada ukuran gilingan; coarse, medium, dan fine. Secara singkat, semakin halus gilingan semakin mudah untuk terekstraksi, begitu sebaliknya akan memerlukan ekstraksi yang lebih untuk gilingan yang lebih kasar. Tinggal disesuaikan saja dengan suhu dan durasi.

Untuk grind size, saran kami adalah kenali terlebih dahulu jenis ukuran gilingan grinder anda. Setiap grinder mempunyai indikator ukuran yang berbeda-beda, tentu tidak sama antara mahlkonig, baratza, latina, bahkan porlex. Pengaruhnya nanti akan kepada pengambilan keputusan, “pada nomer berapa harusnya?”. Dan setiap merek grinder akan menghasilkan partikel mikron ketiga menggiling pada porsi yang berbeda-beda. Efek partikel mikron ini akan berdampak pada jumlah ekstraksi, karena partikel ini sangat mudah untuk terekstraksi. Efek ke rasa adalah inkonsistensi. Semakin banyak partikel mikron, akan semakin inkonsisten rasa kopinya.

Yang terakhir adalah rasio; perbandingan antara kopi dan air. Semakin besar rasio (1:10, 1:8, dan seterusnya) akan mempengaruhi kekentalan kopi. Jika mengacu kepada body/mouthful, maka rasio besar akan menghasilkan body yang syrup dan creamy. Sedangkan rasio yang semakin kecil (1:16; 1:20, dan seterusnya) akan mengahsilkan body yang tea-like, dan kalau keblablasan akan watery.

INDEPENDENT VARIABLE

So, kenali terlebih dahulu alat-alat seduh anda, lalu kenali karakter kopinya. Kalau kopi anda bisa bertanya kepada roaster/coffee shop tempat anda membeli. Tanyakan taste note, namun tetap biasakan budaya cupping ya. Selain membantu anda kenal dengan kopinya, memperkuat sensori , hingga membantu dalam pengambilan keputusan untuk seduhan.

Selamat bereksperimen Kapten!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s