Sigalingging

Asal Tanam: Sigalingging, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara

Varietas: USDA dan Bourbon

Ketinggian: 1600-1800 m

Pasca Panen: Natural

 

Salah satu kopi proses natural Indonesia yang kami anggap terbaik. Kadar malic dan asetatnya tidak berlebihan, sehingga tidak menghasilkan flavor overfermented, tidak seperti kebanyakan proses natural yang beredaran. Oleh karena itu, kami mampu kompleksitas yang lumayan tinggi yang diimbangi, tingkat intensitas dan kejelasan (clarity) yang mumpuni. Sehingga mempermudah dalam mengidentifikasi rasanya.

Secara garis besar, proses natural dari desa Sigalingging ini melalui penjemuran selama 20 hari (rata-rata) dengan proses slow drying. Begitupun, efek dari varietas tetap bisa anda rasakan, dengan usda dan bourbon, yang mempunyai karater floral dan sweetness yang tinggi, sangat cocok untuk di proses natural. Terlebih ditanam di ketinggian yang sangat tinggi, sehingga kandungan sukrosa akan lebih banyak.

Untuk menikmati kopi ini, anda bisa menuju ke akun line@ resmi kami (@daratcoffee). Silahkan cek ketersediaan, karena kami hanya tersedia di saat-saat tertentu. Untuk menjaga tingkat kesegarannya.

Iklan

Onan Ganjang

Asal Tanam: Bangun, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara

Varietas: Onan Ganjang

Altitude: 1400-1600 m

Pasca Panen: Yellow Honey

 

Siapa yang tidak kenal kopi Sidikalang? Dari ratusan tahun yang lalu, kopi ini sudah sangat dikenal bahkan oleh penduduk luar negeri. Sidikalang juga merupakan salah satu tempat pertama yang disinggahi kopi-kopi dengan varietas asli Ethiopia.

Namun, yang satu ini merupakan kopi asli Indonesia, hasil mutasi alami dari varietas Bourbon dan Lini S (S795). Varietas ini ditemukan di desa Onan Ganjang yang terletak di kabupaten Humbang Hasudutan, dan dekat dengan Lintong. Oleh karena itu, dinamakan lah varietas ini dengan Onan Ganjang.

Kopi ini berasal dari kabupaten Dairi, di desa Bangun, dikelola oleh petani tunggal namun masih dibawah keanggotaan Komunitas Kopi Sidikalang. Kopi ini pun diproses dengan proses Yellow Honey. Sehingga menghasilkan attribute sweetness yang lebih tinggi, acidity yang lebih bright, namun dengan floral yang menawan. Sedikit melupakan bahwa kopi ini dari Sidikalang.

Di event ICE regional timur 2016 yang lalu, kami pun sempat membawa kopi ini. Namun sayangnya gagal menembus babak final. Tapi kami menegaskan bahwa kopi ini merupakan salah satu kopi Indonesia yang mempunyai potensi yang sangat baik, karena diproses dengan sangat baik, dan ditanam lingkungan yang tepat.

Kami hampir tidak kebagian mendapatkan kopi ini, karena hampir seluruhnya dikirim ke Rotterdam. Untung, masih kebagian sedikit. Hasil dari cupping roast pun sangat menjanjikan, melebihi lot yang kami bawa ke IBrC kemarin. Dengan sweetness yang lebih tinggi, acidity yang lebih bright, namun floralnya yang tetap menawan.

Bila tertarik, anda bisa langsung menuju akun line@ kami (@daratcoffee) untuk mengecheck ketersediaannya dan pemesanan.

Kopi: Manis Tanpa Gula Tambahan

“Mas, ada gula gak?”

Gula bukannya dilarang sebagai tambahan pada kopi. Tapi tahukah anda, bahwa sebenernya kopi itu gak pahit? Kopi yang pahit biasanya karena profil roasting yang gelap, dan robusta. Kadar gula sebenernya sudah ada pada kopi. Hanya saja kadarnya saja yang berbeda-beda pada tiap kopi asal daerah.

Coba dilihat video berikut, seberapa banyak kadar gula pada Kopi.

Pernahkah anda melihat informasi ketinggian pada roast bean yang anda beli? Tentu itu bermanfaat buat anda sebagai bahan pertimbangan untuk membeli kopi. Pemilihan kopi yang benar, akan mendekatkan anda pada preferensi.

Semoga bermanfaat, Kept!

Dasar Seduhan: Improvisasi Part. 2

Setiap roast bean tentu memiliki karkaternya masing-masing. Standar seduh akan berbeda-beda tergantung si roast bean.

Melanjutkan artikel sebelumnya yang sudah membahas suhu dan durasi, artikel kali ini akan membahas 3 variabel terakhir; daya larut, grind size, dan rasio. Daya larut dan grid size akan mempengaruhi keputusan untuk suhu dan durasi, karena erat kaitannya dengan ekstraksi. Sedangkan rasio akan menghasilkan karakter yang berbeda.

Daya larut (solubility) adalah tingkat kelarutan kopi apabila bertemu dengan air. Daya larut erat kaitannya dengan roast profile. Semakin terang roast profile, semakin sulit terlarut sehingga memerlukan ekstraksi yang lebih. Sedangkan roast profile yang lebih gelap akan lebih cepat terlarut, sehingga tidak memperlukan ekstraksi yang banyak. Jadi, ketika ketemu yang kopi yang terang akan lebih optimal bila kita menaikan antara suhu atau durasi. Silahkan dipilih, dan dicoba yang mana yang sesuai di Anda dan roast bean-nya.

Selanjutnya adalah grind size, merujuk kepada ukuran gilingan; coarse, medium, dan fine. Secara singkat, semakin halus gilingan semakin mudah untuk terekstraksi, begitu sebaliknya akan memerlukan ekstraksi yang lebih untuk gilingan yang lebih kasar. Tinggal disesuaikan saja dengan suhu dan durasi.

Untuk grind size, saran kami adalah kenali terlebih dahulu jenis ukuran gilingan grinder anda. Setiap grinder mempunyai indikator ukuran yang berbeda-beda, tentu tidak sama antara mahlkonig, baratza, latina, bahkan porlex. Pengaruhnya nanti akan kepada pengambilan keputusan, “pada nomer berapa harusnya?”. Dan setiap merek grinder akan menghasilkan partikel mikron ketiga menggiling pada porsi yang berbeda-beda. Efek partikel mikron ini akan berdampak pada jumlah ekstraksi, karena partikel ini sangat mudah untuk terekstraksi. Efek ke rasa adalah inkonsistensi. Semakin banyak partikel mikron, akan semakin inkonsisten rasa kopinya.

Yang terakhir adalah rasio; perbandingan antara kopi dan air. Semakin besar rasio (1:10, 1:8, dan seterusnya) akan mempengaruhi kekentalan kopi. Jika mengacu kepada body/mouthful, maka rasio besar akan menghasilkan body yang syrup dan creamy. Sedangkan rasio yang semakin kecil (1:16; 1:20, dan seterusnya) akan mengahsilkan body yang tea-like, dan kalau keblablasan akan watery.

INDEPENDENT VARIABLE

So, kenali terlebih dahulu alat-alat seduh anda, lalu kenali karakter kopinya. Kalau kopi anda bisa bertanya kepada roaster/coffee shop tempat anda membeli. Tanyakan taste note, namun tetap biasakan budaya cupping ya. Selain membantu anda kenal dengan kopinya, memperkuat sensori , hingga membantu dalam pengambilan keputusan untuk seduhan.

Selamat bereksperimen Kapten!

Dasar Seduhan: Improvisasi Part.1

“Suhunya udah turun banget ni. Masak ulang dulu”. Apakah anda salah satunya?

Ketika berbicara brewing sebenernya banyak faktor yang bisa dimainkan. Suhu dan durasi seduh adalah dua faktor dan biasanya menjadi masalah. Sebagai contoh sering kita temui kejadian suhu air di kettle terlanjur turun dari target seduh optimal.

Ketika mengalami suhu yang terlanjur turun, apa yang akan anda lakukan? Tetap lanjut seduh, atau kembali memanaskan airnya kembali? Kami akan menyarankan untuk tetap lanjut seduh dengan konsekuensi anda harus berimprovisasi, karena akan menghabiskan banyak waktu untuk memanaskan ulang. Jika anda menyeduh buat anda sendiri tentu tidak masalah, tapi akan menjadi masalah ketika anda sedang bekerja.

Untuk suhu yang terlanjur turun, saran kami adalah memperlama durasi seduh. Misal, awalnya 2menit, menjadi 2,5 menit atau 3 menit. Tergantung seberapa jauh turunnya suhu. Hal ini untuk menghindari hasil yang underextract. Anda pasti tidak mau kopi anda berasa rumput atau bahkan asin. Suhu tinggi akan mempercepat ekstraksi, sedangkan suhu rendah akan memperlama ekstraks. Untuk durasi seduh, ini akan mempengaruhi jumlah ekstraksi; cukup, kurang, atau lebih. Kalau anda perhatikan, suhu dan durasi sangat berkaitan erat.

Jadi, rumus singkatnya adalah: SUHU/DURASI = OUTPUT. Dengan kondisi, kita tidak sedang membicarakan faktor-faktor lain, seperti profil roasting.

DEPENDENT VARIABLE

Tidak ada ukuran yang pasti karna memang selain suhu dan durasi, masih banyak faktor-faktor lain yang menentukan. Kita akan membahasnya di bagian selanjutnya ya. Selamat mencoba, Kapten!

Varietas Kopi: Efeknya Terhadap Rasa

Bali kintamani terkenal dengan citra rasa jeruknya, gayo dengan spicenya, hingga temanggung dengan tembakaunya. Namun, pernahkah terpikir apakah hanya lingkungan sekitar yang mempengaruhi citra rasa kopi dari suatu daerah. Sedangkan, di era transaparansi ini, ketinggian , iklim, varietas, hingga pasca panen adalah hal-hal yang harus dikomunikasikan kepada konsumen. Lalu, apakah transaparansi hanya sekedar bahan jualan atau memang mempunyai dampak terhadap citra rasa?

Ateng, Kartika, hingga Geisha adalah beberapa varietas kopi yang sering kita jumpain. Beberapa alasan kenapa banyaknya varietas kopi kaitannya terkait erat dengan tingkat produktivitas dan ketahanan hama. Namun, adakah dampaknya kepada citra rasa? Mari kita lihat video berikut sebagai pemahaman dasar tentang varietas kopi.

 

Single Origin. Pentingkah?

“Bali Kintamaninya di V60 ya?”

Di era third wave ini, banyak sekali kedai kopi yang menawarkan kopi asal daerah (single origin). Gayo, Toraja Sapan, Bali Kintamani, dan Papua Wamena adalah daerah asal kopi yang umum kita jumpain. Sebagian orang malah memasukan nama desa sebagai brand kopinya, seperti sumbawa punik, atau gayo pantan musara.

“Apa itu penting?”

“Penting” Itu jawaban kami.

Kenapa? Kita mengerti bahwa Indonesia produsen kopi ketiga terbesar. Dengan lahannya yang subur, banyak perkebunan kopi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Hal tersebut membuat kopi Indonesia menjadi beraneka ragam karakter rasa. Pada dasarnya, karakter sebuah ditentukan oleh beberapa faktor. Ketinggian (altitude), kelembapan (humidity), iklim, varietas, pohon penaung (shading), dan lingkungan sekitar (landscape) adalah faktor-faktor yang mempengaruhi.

Seiring faktor-faktor tersebut, satu desa penghasil kopi akan mempunyai karakter yang berbeda dengan desa sebelahnya. Kita ambil contoh, Sumbawa dari desa Punik dan Tepal. Kedua desa ini memiliki karakter desa yang sama, kecuali tingkat kelembapan. Punik lebh kering daripada Tepal. Perbedaan ini mengakibatkan karkter Punik memilik intensitas rasa bunga yang lebih dibandingkan tepal.

File 19-04-16 11.57.25.jpeg

Interaksi antara Brewer dan Konsumen

 

Ada juga kopi dari Gayo. Luasnya daerah penghasil kopi di Gayo menyebabkan banyaknya karakter rasa yang berbeda. Sebut saja varietas Bourbon akan berbeda dengan yang varietas ateng, atau bahkan geisha. Hal ini menyebabkan penamaan single origin secara tidak langsung meningkatkan citra brand dari asal daerah tertentu. Karakter, kualitas, hingga kisah didalamnya menciptakan proposisi nilai yang unik.

Tentu, dengan banyaknya single origin, banyak origin yang belum kita ketahui. Ada baiknya bila interaksi antara pihak-pihak terkait (petani-pengolah-distributor-roaster-barista) sangat baik sehingga proposi nilai yang terkadung pada origin tertentu mampu tersampaikan seutuhnya kepada pelanggan.

Single origin membentuk brand sebuah daerah penghasil kopi. Dengan begitu, diharapkan adanya peningkatan kualitas serta daya saing yang akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan petani.

 

A Cup of Enjoyment

We agree that coffee can make people relax. It is a friend when we bore, sad, stress, happy, and even in love, a loyal companion. Coffee is also a friend when we need to keep awake. But, do you know why? Here is an explanation video about it.